• Arsip

  • AKTIVITAS

  • Recent Comments

“Sangkep Dan Dialog Kebijakan HKm Bersama Bupati Lombok Timur”

sangkepklphkm
Lomboktimur 03/09/09 bertempat di aula kantor desa sapit Gema Alam bekerja sama dengan Samanta Foundation, menyelenggarakan sangkep dan dialog kebijakan hutan kemasyarakatan (HKm) bersama bupati Lombok timur, peserta yang di undang sekitar lima puluh orang perwakilan masyarakat pengelola HKm dari dua desa yaitu desa Sapit dan Sambalia , Camat pringgasela, Bupati Lombok Timur, dan dinas kehutanan Lombok timur.

Acara di awali dengan pengantar dari Ketua Gema Alam (M. Juaeni) Menjelaskan kenapa dialog dilakukan : dialog dilakukan karena selama ini pemerintah daerah di rasa masih lamban merespon usulan masyarakat (kelompok tani HKm). Padahal kelompok sudah melakukan berbagai rangkaian proses sesuai prosedur dan mekanisme menurut peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang HKm. Untuk itu, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang jarang bersama bapak bupati ini untuk memperjelas kondisi yang sesungguhnya terkait dengan usulan yang telah diajukan oleh masyarakat kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Lombok Timur.

Setelah pengantar dari ketua gema alam acara di lanjutkan dengan sambutan oleh kepala desa sapit “Zainul Fikri” dalam pengantarnya meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian hutan, selain untuk mendapatkan manfaat ekonomi untuk peningkatan taraf hidup masyarakat sendiri. Setelah itu dilanjutkan penyampaian materi dari moderator “Sulistiono” Koslata. Beberapa materi yang di sampaikan berkaitan dengan HKm diantaranya undang – undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, PP 6/2007 dan Permenhut nomor P. 37 tahun 2007 tentang HKm. Di Lombok Timur sudah ada Perbup tentang HKm dan sudah terbentuk tim verifikasi HKm. Saat ini HKm Sambelia sudah dievaluasi tinggal menunggu diberikan IUPHKm. Sementara HKm Sapit menunggu ditetapkan sebagai areal kerja HKm karena belum diverifikasi.

Setelah penyampaian materi dari moderator dilanjutkan dengan sesi dialog antara masyarakat kalompok HKm dan Bupati “H.M. Zukiman Azmi” dalam sesi dialog muncul beberapa permintaan dari masyarakat diantaran, meminta komitmen Bupati untuk segera mengusulkan pencadangan HKm Sapit kepada Menteri Kehutanan, meminta kepada Bupati agar segera menerbitkan IUPHKm kepada kelompok HKm Sambelia. Permintaan tersebut dikarenakan kelompok HKm Wana Lestari sudah memenuhi berbagai proses sesuai tuntutan undang – undang. Namun sampai sekarang belum diberikan izin, padahal telah dicadangkan sebagai area HKm oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

Dalam sesi dialog Bupati juga sempat Mengungkapkan keprihatinanya pada prilaku masyarakat terhadap lingkungan. Di mana di sepanjang jalan yang ada Oven tembakau di situ ada gelondongan kayu- kayu besar. Dari ujung selatan sampai ke ujung timur lombok timur. Walaupun Gubernur sudah mengeluarkan larangan yang ditembuskan kepada Bupati dan Bupati menembuskanya kepada Camat. Masih saja masyarakat tidak bergeming. Misalnya di Sembalun, pohon purbakala yang sudah berumur ratusan tahun ditebang begitu saja. Atas dasar keperihatinan ini, tahun 2010 mendatang Bupati akan membuat Perda larangan bagi Oven tembakau untuk menggunakan kayu sebagai bahan bakar, kecuali kayu ketujur, selain itu pemerintah juga akan membuat kebijakan setiap siapa saja yang kawin harus didenda dengan menanam 1 batang pohon.

Untuk mengatasi kekurangan bahan bakar Oven petani di harapkan menggunakan batu bara, selain itu juga Bupati menghimbau kepada para petani tembakau lebih baik tidak menanam tembakau karena tembakau tidak ada untungnya, banyak petani yang bunuh diri karena kebanyakan hutang. Disamping itu juga, tembakau kedepan sudah tidak memiliki prospek lagi, karena pemerintah perlahan – lahan sudah mulai mengurangi sponsorship dari Rokok.

Terkait HKm, Bupati menanyakan kehadiran dinas kehutanan, namun sayangnya tidak ada satupun dari dinas kehutanan yang hadir. Selanjutnya Bupati meminta kepada Lang–langlang hutan Sapit untuk menjelaskan tentang HKm, namun Bupati sangat kecewa karena Lang–lang tidak tahu tentang HKm, Bupati sangat kecewa dengan perilaku para pejabat dan pegawainya yang tidak maksimal bekerja melayani masyarakat. Di lain hal Bupati juga sangat menyesalkan bebasnya somil–somil kayu yang bebas beroperasi. Dari 11 Somil yang ada di Lombok Timur, hanya 1 yang mengantongi izin.

Pada sesi terakhir Bupati berjanji jika memang benar HKm Sambelia sudah keluar SK pencadanganya, Bupati akan segera mengeluarkan IUPHKm setelah lebaran ini. Sementara untuk HKm Sapit bupati berjanji mengusulkan HKm Sapit ke Menhut untuk dicadangkan sestelah melalui mekanisme verifikasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku” acara kemudian di tutup dengan buka puasa bersama dan diskusi lepas

%d bloggers like this: